About SKUP

Apa itu SKUP

Why SKUP? SKUP pertama kali tercetuskan oleh Pak UR. Menurut beliau “bahwa SKUP beda dengan portfolio bahwa SKUP itu adalah sistem kuliah portfolio. Perbedaan yang paling mencolok menurut saya adalah portfolio itu untuk dibaca tapi SKUP itu untuk dinilai.

SKUP sendiri merupakan singkatan dari Sistem Kuliah Portfolio. Mungkin dalam benak anda portfolio adalah CV atau tugas yang berbentuk dokumentasi dan sebagainya, namun pembahasan kali ini yaitu tentang portfolio yang dapat mencakup portfolio dari beberapa mahasiswa. Jadi inti dari SKUP ini yaitu sistem kuliah portfolio yang mengacu pada portfolio personal dari setiap mahasiswa yang terkumpul menjadi satu pages. Salah satu contoh dari portfolio mahasiswa Magister Teknologi Informasi2 Ahmad Roihan dapat dilihat DISINI. Ada banyak contoh dari SKUP itu sendiri, contohnya adalah SKUP mahasiswa kelas Pengantar Teknologi Informasi Atikah Rosalina dapat dilihat DISINI.

Why SKUP? Mengapa mahasiswa harus mengadaptasi sistem kuliah portfolio? dan pentingnya suatu portfolio personal mahasiswa,yaitu sebagai berikut :

1. Dapat mengetahui profil singkat mahasiswa.

2. Dapat mengetahui secara rinci assignment dari  mahasiswa.

3. Sebagai dokumentasi dari hasil karya mahasiswa yang dapat tersimpan dan dapat dilihat sampai kapanpun.

4. Dapat mengetahui nilai dari setiap assignment yang dikerjakan oleh mahasiswa.

5. Dapat menjadi history dari kelas tersebut selama 1 semester.

6. Dapat mendukung kegiatan akreditasi dan audit.

7. Dapat menjadi referensi atau bahan acuan pembelajaran di semester berikutnya.

Yang menjadi kriteria dalam SKUP adalah sebagai berikut:

1. Terdapat judul dalam SKUP, biasanya judul berupa pokok pembahasan atau mata kuliah.

2. Terdapat penjelasan profil dari mahasiswa dalam setiap SKUP.

3. Terdapat link atau gambar dalam SKUP mahasiswa.

4. Terdapat hasil karya mahasiswa didalam SKUP, seperti assignment, karya ilmiah, dll.

Kesimpulan:

Dengan adanya SKUP Mahasiswa, sangat memudahkan dalam kegiatan pembelajaran mahasiswa, dapat mengetahui sejauh mana kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan assignment. Dan Interaksi antara dosen dengan mahasiswa dapat terjalin melalui SKUP, tanpa harus bertatap muka. Selain itu assignment dapat tersusun dan terdokumentasi dengan baik dalam satu tempat yaitu SKUP. 

 

[susan 2014]    http://susanoktaviani.ilearning.me/2014/12/

Leave a Reply